Latest Products

Adding to cart
Adding to cart
Adding to cart
Adding to cart
Adding to cart
Adding to cart
Adding to cart
Adding to cart
  • Garuda

    View Product
  • Anoman Obong

    Desain kaos ini terinspirasi dari salahsatu tokoh Ramayana yaitu Hanuman/anoman. Yang dibakar ketika tertangkap saat menjalankas tugas dari Rama. Singkat cerita Rama akhirnya memerintahkan kepada Anoman untuk melakukan perjalanan kenegeri Alengka. Hal ini dilakukan oleh Prabu Rama mengingat berita yang simpang siur tentang keberadaan Dewi Sinta.Pertimbangan itu diambil karena Anoman memiliki kesaktian yang cukup tinggi. Sehingga apabila menghadapi musuh yang ditemuinya nanti dalam perjalanan, akan dapat diselesaikan dengan baik.

    Sesaat setelah menemui Sinta dan memberikan cincin titipan Rama, Anoman bisa ditangkap oleh Raden Indrajit atau Megananda, putra Prabu Dasamuka. Lalu ia dibawa ke hadapan Prabu Dasamuka. Anoman lalu dijatuhi hukuman mati dengan cara diobong (dibakar) di alun-alun Alengka. Ketika api berkobar Anoman berhasil kabur dengan keadaan ekornya terbakar. Anoman melarikan diri dan membakar istana Alengka. Sesudah kerajaan Alengka terbakar habis, Anoman memutuskan untuk kembali ke Pancawati untuk melaporkan yang terjadi kepada Prabu Ramawijaya.

    View Product
  • Ganesha Barong

    View Product
  • Garuda

    Garuda lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia, Garuda Pancasila. Burung Garuda dengan perisai yang bersimbol sila-sila atau prinsip dasar Negara Indonesia. Sosok Garuda Indonesia digambarkan seperti burung elang Jawa dengan ukuran yang lebih besar dan lebih gagah. Bulu yang berwarna emas melambangkan kebesaran Bangsa Indonesia, kuat dan kokoh. Jumlah bulu Garuda merujuk pada tanggal diproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Bulu di masing-masing sayap berjumlah 17, 8 pada jumlah bulu ekor bawah, 19 untuk bulu ekor atas dan jumlah bulu leher 45. Semuanya menjadi 17-8-1945,tanggal kemerdekaan Indonesia.

    Garuda diceritakan menjadi tunggangan Dewa Wisnu dalam kepercayaan Hindu. Tubuhnya besar dan kuat, bahkan bentangan sayapnya mampu menutupi cahaya matahari ke bumi. Saat terbang, kepakan sayapnya membuat angin kencang. Garuda merupakan simbol kekuatan yang besar, kecepatan dan keberanian serta kecakapan beladiri. Karakter-karakter tersebut tentunya sangat diperlukan dalam melindungi kedaulatan Negara.

    Ilustrasi Garuda versi Njawani ditambahkan dengan ornament-ornamen khas nusantara, dari ukiran kayu, tatah sungging pada wayang hingga ornament-ornamen batik. Namun tidak mengurangi arti dari Garuda Indonesia. Semoga generasi Indonesia masa kini lebih mencintai dan bangga dengan jati diri bangsanya. Termasuk bangga menggunakan kaos Garuda dari Njawani.

    View Product
  • Kahanan Kudu Gigambarke

    Kahanan Kudu Gigambarke (Kenyataan Harus digambarkan)

    Sebuah keprihatinan melihat semakin seringnya koruptor tertangkap oleh KPK menjadi inspirasi membuat karya untuk membuat karya tetntang keadaan negri pecahan surga ini, awalnya teringat sebuah lagu Iwan Fals yang berjudul Kesaksian.

    Keadaan yang sedang dihadapi Indonesia, yang digadang-gadangkan sebagai Negara dan bangsa yang besar. Namun kenyataannya, Indonesia digerogoti oleh tikus tikus koruptor dan dicengkeram oleh mafia-mafia Negara. Digambarkan dengan Garuda yang sakit karena kakinya digerogoti oleh tikus-tikus koruptor dan tubuhnya dicengkeram gurita mafia. Lirik lagu di atas menginspirari ilustrasi Kahanan Kudu Gigambarke ini. Sebuah kenyataan yang perlu diperlihatkan, agar masyarakat Indonesia ingat untuk tidak hanya diam dan menutup mata melihat korupsi merajalela. Namun berjuang memberantas dan memusnahkan koruptor dan mafia Negara. Garuda akan semakin tidak berdaya jika kita diam saja.

    Penghargaan “GOLD Phinastika award 2011″.

    View Product
  • Dewi Sri

    “Segane dientekke, ndak diseneni mbok Sri”

    Kalimat tersebut sering diucapkan ibu ke anak saat makan pada waktu lalu. Dalam bahasa Indonesia, “Nasinya dihabiskan, kalau tidak, nanti dimarahi Bu Sri”. Bu Sri atau Mbok Sri dalam kalimat ini mengacu pada sosok Dewi Sri atau Nyai Pohaci Sanghyang Asri (dalam bahasa Sunda). Dewi kemakmuran dalam legenda Jawa, Sunda dan Bali.

    Dewi Sri juga merupakan Dewi Padi, Dewi Sawah dan Dewi Pertanian. Padi dalam budaya Asia diasosiasikan juga dengan kemakmuran. Dewi Sri diyakini juga menjadi dewi pelindungkelahiran dan kehidupan. Dia mengatur kehidupan, kekayaan dan kemakmuran manusia.

    Dikisahkan Dewi Sri lahir dari salah satu tetes air mata Ananta Boga, Dewa Ular. Dari tiga tetes air matanya, lahirnya Dewi Sri. Dewi Sri dirupakan dengan sosok yang ayu, ramping, berkulit kuning langsat. Selain sosoknya yang cantik, watak dan budinya juga sangat baik, sehingga semua dewa jatuh hati pada Dewi Sri. Termasuk ayah angkatnya, Batara Guru (Dewa Siwa dalam legenda Jawa).

    Untuk menghindarkan niat Batara Guru, dewa-dewa lain berencana untuk memisahkan Dewi Sri dengan Batara Guru. Dewi Sri akhirnya mati karena racun yang dibubuhkan ke dalam minumannya. Dan jasadnya dikuburkan di bumi. Keajaiban terjadi karena kesucian dan kebaikan budi sang Dewi. Dari tempatnya dikuburkan, tumbuh beraneka macam tanaman dan pohon-pohon yang berguna bagi umat manusia, termasuk padi.

    Kepercayaan ini masih ada di kebudayaan Jawa, Sunda dan Bali. di Jawa, terdapat tradisi yang menempatkan Dewi Sri dalam rumah mereka. Dinamakan Pasrean. Dilengkapi dengan ukiran ular dan patung loro blonyo, juga terkadang peralatan pertanian, seperti ani-ani. Ani-ani adalah arit kecil yang bisa disimpan di telapak tangan untuk memanen padi. Dalam tradisi masyarakat Sunda, menggunakan ani-ani tidak akan menakuti Dewi Sri yang berjiwa halus dan lemah lembut. Hal ini juga merupakan wujud penghormatan kepada Dewi Sri. Terdapat penelitian yang menyatakan memanen menggunakan ani-ani memberikan hasil yang lebih maksimal ketimbang menggunakan mesin. Memanen menggunakan mesin dapat mengurangi 5 % dari total hasil panen.

    Ani-ani atau ketam mempunyai dua bagian, pisau dan kayu genggaman yang digunakan untuk meletakkan pisau. Cara menggunakannya dengan memotong batang padi satu persatu. Istilah ani-ani tidak hanya mengacu pada alat, namun juga kegiatan memanen padi. Memanen dengan ani-ani atau ketam lebih sering dilakukan oleh perempuan. Sehingga ani-ani menjadi menjadi identik dengan perempuan. Ani-ani pun menjadi aksesoris atau penusuk konde bagi perempuan di daerah agraris.

    Warna-warna yang digunakan pada ilustrasi Dewi Sri antara lain, kuning oranye, hijau dan biru. Warna-warna tersebut melambangkan berbagai hal. Kuning oranye adalah warna kehidupan ketika padi sudah menguning dan dipanen. Sehingga akan menjadi nasi untuk kehidupan banyak manusia. Kuning oranye atau kuning keemasan juga simbol warna ma­tahari, yang memberikan kehidupan pohon padi dan makluk hidup lainnya. Dapat dibayangkan juga kebahagiaan petani ketika melihat sawahnya yang luas menguning keemasan. Tiba saatnya panen raya.

    Sawah juga identik dengan warna hijau, warna daun dan kesuburan. Zat hijau daun atau klorofil merupakan zat yang penting bagi kehidupan tanaman, termasuk padi. Semoga tanah kita yang luas tetap subur, sawah menumbuhkan padi-padi yang menghijau, dan bukan tembok-tembok hijau yang bertumbuh subur.

    Biru menjadi simbol air dan udara yang sangat penting untuk kehidupan, tidak hanya tanaman, namun juga semua makhluk di bumi. Dan warna kaos yang hitam, itu menandakan Njawani yang tetap Metal.

    View Product
  • Topeng Jathilan

    Dulu jathilan sebuah tarian yang menggambarkan perang2an dengan kuda dan penari berkostum prajurit. Tetapi dengan perkembangan jaman masyarakat mulai bosan sehingga sekarang pertunjukan jathilan dihiasi dengan penari berkostum seperti buto/raksasa dengan gigi panjang & menakutkan.

    Ada yang menarik dengan pertunjukan jathilan sekarang sehingga melahirkan konsep ini. ada 2 Perbedaan dalam jathilan sekarang, yg pertama penari yang memakai topeng seram tetapi masih sadar sebagai manusia/ di dalamnya adalah wujud manusia dan dengan roh manusia. meskipun menakutkan tetapi tariannya masih bisa dinikmati, sisi manusianya masih kelihatan. yang kedua adalah saat dirasuki setan, para penari berbujud manusia seutuhnya tetapi ruhnya setan, tampang manusia tetapi kelakuan setan, apa aja dimakan, tadak tau aturan.

    Nah dalam konsep desain topeng jathilan ini ingin menggambarkan sebuah wujud itu bukan segalanya, ruh didalamnya lah yang menentukan, wajah jelek tetapi berprilaku manusia seutuhnya itu lebih bermanfaat dari pada seperti koruptor berwujud manusia tapi kelakuan seperti setan, tak tau aturan, bukan haknya dimakan.

    View Product
  • Anoman Barong

    Menggabungkan dua desain sebelumnya antara Anoman dan Ganesha barong, dua karakter mitologi Jawa dan Bali.

    View Product

Custom Columns

Adding to cart
Adding to cart
Adding to cart
  • Anoman Obong

    Desain kaos ini terinspirasi dari salahsatu tokoh Ramayana yaitu Hanuman/anoman. Yang dibakar ketika tertangkap saat menjalankas tugas dari Rama. Singkat cerita Rama akhirnya memerintahkan kepada Anoman untuk melakukan perjalanan kenegeri Alengka. Hal ini dilakukan oleh Prabu Rama mengingat berita yang simpang siur tentang keberadaan Dewi Sinta.Pertimbangan itu diambil karena Anoman memiliki kesaktian yang cukup tinggi. Sehingga apabila menghadapi musuh yang ditemuinya nanti dalam perjalanan, akan dapat diselesaikan dengan baik.

    Sesaat setelah menemui Sinta dan memberikan cincin titipan Rama, Anoman bisa ditangkap oleh Raden Indrajit atau Megananda, putra Prabu Dasamuka. Lalu ia dibawa ke hadapan Prabu Dasamuka. Anoman lalu dijatuhi hukuman mati dengan cara diobong (dibakar) di alun-alun Alengka. Ketika api berkobar Anoman berhasil kabur dengan keadaan ekornya terbakar. Anoman melarikan diri dan membakar istana Alengka. Sesudah kerajaan Alengka terbakar habis, Anoman memutuskan untuk kembali ke Pancawati untuk melaporkan yang terjadi kepada Prabu Ramawijaya.

    View Product
  • Topeng Jathilan

    Dulu jathilan sebuah tarian yang menggambarkan perang2an dengan kuda dan penari berkostum prajurit. Tetapi dengan perkembangan jaman masyarakat mulai bosan sehingga sekarang pertunjukan jathilan dihiasi dengan penari berkostum seperti buto/raksasa dengan gigi panjang & menakutkan.

    Ada yang menarik dengan pertunjukan jathilan sekarang sehingga melahirkan konsep ini. ada 2 Perbedaan dalam jathilan sekarang, yg pertama penari yang memakai topeng seram tetapi masih sadar sebagai manusia/ di dalamnya adalah wujud manusia dan dengan roh manusia. meskipun menakutkan tetapi tariannya masih bisa dinikmati, sisi manusianya masih kelihatan. yang kedua adalah saat dirasuki setan, para penari berbujud manusia seutuhnya tetapi ruhnya setan, tampang manusia tetapi kelakuan setan, apa aja dimakan, tadak tau aturan.

    Nah dalam konsep desain topeng jathilan ini ingin menggambarkan sebuah wujud itu bukan segalanya, ruh didalamnya lah yang menentukan, wajah jelek tetapi berprilaku manusia seutuhnya itu lebih bermanfaat dari pada seperti koruptor berwujud manusia tapi kelakuan seperti setan, tak tau aturan, bukan haknya dimakan.

    View Product
  • Anoman

    Hanoman/Anoman dikenal sebagai sosok kera berwarna putih dalam wiracarita Ramayana. Hanoman membantu Sri Rama menyelamatkan istrinya Sinta, yang diculik oleh Rahwana.

    Dalam wiracarita Ramayana, Hanoman merupakan inkarnasi dari dewa Siwa. Diceritakan Hanoman merupakan putra dari dewi Anjani. Dewi Anjani adalah seorang bidadari yang dikutuk sehingga rupanya berwujud seperti kera. Kutukan tersebut akan hilang apabila dia melahirkan seorang putra. Hanoman diceritakan sebagai kera yang mempunyai banyak kesaktian, salah satunya ada keabadian. Hanoman kebal terhadap senjata apapun dan tidak bisa mati.

    Dalam kepercayaan Hindu, Hanoman merupakan salah satu dewa yang banyak dipuja. Bahkan di beberapa tempat di India didirikan kuil khusus untuk memuja Hanoman. Di beberapa Negara Asia, seperti Tibet, Asia Tenggara, Jepang dan China, Hanoman juga cukup populer.

    Hanoman digambarkan berwarna putih, yang mendeskripsikan watak dan sifatnya. Jujur, tulus dan selalu membela yang benar. Sosok Hanoman juga mengajarkan untuk mempercayai kekuatan diri. Menggunakan kekuatan sepenuhkan untuk kebaikan. Kesetiaan dan pelayanannya yang penuh kepada Sri Rama juga menjadi layak menjadi panutan.

    Kisah Hanoman juga mengajarkan tentang kualitas kepribadian dan sikap. Sering yang tampak bagi kita adalah wajah dan tampilan, namun bukan sifat dan watak. Tidak jarang wajah dan tampilan luar tidak seperti apa yang di dalam.

    View Product
Adding to cart
Adding to cart
  • Dewi Sri

    “Segane dientekke, ndak diseneni mbok Sri”

    Kalimat tersebut sering diucapkan ibu ke anak saat makan pada waktu lalu. Dalam bahasa Indonesia, “Nasinya dihabiskan, kalau tidak, nanti dimarahi Bu Sri”. Bu Sri atau Mbok Sri dalam kalimat ini mengacu pada sosok Dewi Sri atau Nyai Pohaci Sanghyang Asri (dalam bahasa Sunda). Dewi kemakmuran dalam legenda Jawa, Sunda dan Bali.

    Dewi Sri juga merupakan Dewi Padi, Dewi Sawah dan Dewi Pertanian. Padi dalam budaya Asia diasosiasikan juga dengan kemakmuran. Dewi Sri diyakini juga menjadi dewi pelindungkelahiran dan kehidupan. Dia mengatur kehidupan, kekayaan dan kemakmuran manusia.

    Dikisahkan Dewi Sri lahir dari salah satu tetes air mata Ananta Boga, Dewa Ular. Dari tiga tetes air matanya, lahirnya Dewi Sri. Dewi Sri dirupakan dengan sosok yang ayu, ramping, berkulit kuning langsat. Selain sosoknya yang cantik, watak dan budinya juga sangat baik, sehingga semua dewa jatuh hati pada Dewi Sri. Termasuk ayah angkatnya, Batara Guru (Dewa Siwa dalam legenda Jawa).

    Untuk menghindarkan niat Batara Guru, dewa-dewa lain berencana untuk memisahkan Dewi Sri dengan Batara Guru. Dewi Sri akhirnya mati karena racun yang dibubuhkan ke dalam minumannya. Dan jasadnya dikuburkan di bumi. Keajaiban terjadi karena kesucian dan kebaikan budi sang Dewi. Dari tempatnya dikuburkan, tumbuh beraneka macam tanaman dan pohon-pohon yang berguna bagi umat manusia, termasuk padi.

    Kepercayaan ini masih ada di kebudayaan Jawa, Sunda dan Bali. di Jawa, terdapat tradisi yang menempatkan Dewi Sri dalam rumah mereka. Dinamakan Pasrean. Dilengkapi dengan ukiran ular dan patung loro blonyo, juga terkadang peralatan pertanian, seperti ani-ani. Ani-ani adalah arit kecil yang bisa disimpan di telapak tangan untuk memanen padi. Dalam tradisi masyarakat Sunda, menggunakan ani-ani tidak akan menakuti Dewi Sri yang berjiwa halus dan lemah lembut. Hal ini juga merupakan wujud penghormatan kepada Dewi Sri. Terdapat penelitian yang menyatakan memanen menggunakan ani-ani memberikan hasil yang lebih maksimal ketimbang menggunakan mesin. Memanen menggunakan mesin dapat mengurangi 5 % dari total hasil panen.

    Ani-ani atau ketam mempunyai dua bagian, pisau dan kayu genggaman yang digunakan untuk meletakkan pisau. Cara menggunakannya dengan memotong batang padi satu persatu. Istilah ani-ani tidak hanya mengacu pada alat, namun juga kegiatan memanen padi. Memanen dengan ani-ani atau ketam lebih sering dilakukan oleh perempuan. Sehingga ani-ani menjadi menjadi identik dengan perempuan. Ani-ani pun menjadi aksesoris atau penusuk konde bagi perempuan di daerah agraris.

    Warna-warna yang digunakan pada ilustrasi Dewi Sri antara lain, kuning oranye, hijau dan biru. Warna-warna tersebut melambangkan berbagai hal. Kuning oranye adalah warna kehidupan ketika padi sudah menguning dan dipanen. Sehingga akan menjadi nasi untuk kehidupan banyak manusia. Kuning oranye atau kuning keemasan juga simbol warna ma­tahari, yang memberikan kehidupan pohon padi dan makluk hidup lainnya. Dapat dibayangkan juga kebahagiaan petani ketika melihat sawahnya yang luas menguning keemasan. Tiba saatnya panen raya.

    Sawah juga identik dengan warna hijau, warna daun dan kesuburan. Zat hijau daun atau klorofil merupakan zat yang penting bagi kehidupan tanaman, termasuk padi. Semoga tanah kita yang luas tetap subur, sawah menumbuhkan padi-padi yang menghijau, dan bukan tembok-tembok hijau yang bertumbuh subur.

    Biru menjadi simbol air dan udara yang sangat penting untuk kehidupan, tidak hanya tanaman, namun juga semua makhluk di bumi. Dan warna kaos yang hitam, itu menandakan Njawani yang tetap Metal.

    View Product
  • Garuda

    View Product

Display inside row

Adding to cart
Adding to cart
  • Anoman Obong

    Desain kaos ini terinspirasi dari salahsatu tokoh Ramayana yaitu Hanuman/anoman. Yang dibakar ketika tertangkap saat menjalankas tugas dari Rama. Singkat cerita Rama akhirnya memerintahkan kepada Anoman untuk melakukan perjalanan kenegeri Alengka. Hal ini dilakukan oleh Prabu Rama mengingat berita yang simpang siur tentang keberadaan Dewi Sinta.Pertimbangan itu diambil karena Anoman memiliki kesaktian yang cukup tinggi. Sehingga apabila menghadapi musuh yang ditemuinya nanti dalam perjalanan, akan dapat diselesaikan dengan baik.

    Sesaat setelah menemui Sinta dan memberikan cincin titipan Rama, Anoman bisa ditangkap oleh Raden Indrajit atau Megananda, putra Prabu Dasamuka. Lalu ia dibawa ke hadapan Prabu Dasamuka. Anoman lalu dijatuhi hukuman mati dengan cara diobong (dibakar) di alun-alun Alengka. Ketika api berkobar Anoman berhasil kabur dengan keadaan ekornya terbakar. Anoman melarikan diri dan membakar istana Alengka. Sesudah kerajaan Alengka terbakar habis, Anoman memutuskan untuk kembali ke Pancawati untuk melaporkan yang terjadi kepada Prabu Ramawijaya.

    View Product
  • Kahanan Kudu Gigambarke

    Kahanan Kudu Gigambarke (Kenyataan Harus digambarkan)

    Sebuah keprihatinan melihat semakin seringnya koruptor tertangkap oleh KPK menjadi inspirasi membuat karya untuk membuat karya tetntang keadaan negri pecahan surga ini, awalnya teringat sebuah lagu Iwan Fals yang berjudul Kesaksian.

    Keadaan yang sedang dihadapi Indonesia, yang digadang-gadangkan sebagai Negara dan bangsa yang besar. Namun kenyataannya, Indonesia digerogoti oleh tikus tikus koruptor dan dicengkeram oleh mafia-mafia Negara. Digambarkan dengan Garuda yang sakit karena kakinya digerogoti oleh tikus-tikus koruptor dan tubuhnya dicengkeram gurita mafia. Lirik lagu di atas menginspirari ilustrasi Kahanan Kudu Gigambarke ini. Sebuah kenyataan yang perlu diperlihatkan, agar masyarakat Indonesia ingat untuk tidak hanya diam dan menutup mata melihat korupsi merajalela. Namun berjuang memberantas dan memusnahkan koruptor dan mafia Negara. Garuda akan semakin tidak berdaya jika kita diam saja.

    Penghargaan “GOLD Phinastika award 2011″.

    View Product

I am text block. Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Adding to cart